PEMERINTAH Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk mengawal proses investasi tambang emas di Kabupaten Seluma secara transparan dan mengedepankan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyatakan pihaknya tidak ingin proyek ini menjadi sumber masalah di masa depan seperti yang terjadi pada eksploitasi nikel di Raja Ampat.
“Kita tidak ingin ada kesalahan langkah. Proyek ini harus dikaji mendalam dan dikawal ketat agar bermanfaat, bukan menciptakan konflik,” ujarnya dalam konferensi pers di Bengkulu, Senin (4/8/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk itu, Helmi mengutus tim khusus dari jajaran pemprov dan tokoh masyarakat Bengkulu melakukan kunjungan lapangan ke Banyuwangi.
Tujuannya: belajar langsung dari kesuksesan pengelolaan tambang emas di Banyuwangi yang dinilai mampu meningkatkan ekonomi lokal dan menjaga harmoni lingkungan.
Belajar dari Banyuwangi: Model Pengelolaan Tambang Ramah Rakyat
Di Banyuwangi, tambang emas berhasil memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.
Baca Juga:
Bupati Banyuwangi meminta porsi kepemilikan saham tambang untuk pemerintah daerah, sehingga hasil tambang tidak hanya menguntungkan investor semata.
“Di sana, provinsi dan kabupaten diberi ruang untuk mengelola saham tambang. Ini jadi sumber pendapatan baru dan alat bantu masyarakat,” ujar Helmi Hasan.
Model ini kini sedang dikaji untuk diterapkan di Bengkulu, dengan harapan Pemprov dan Pemkab Seluma bisa mendapat bagian yang adil.
Lebih jauh lagi, Helmi memastikan pendekatan dialogis dengan warga dan tokoh adat tetap dikedepankan sebelum mengambil keputusan akhir.
Baca Juga:
“Tidak akan ada izin keluar tanpa persetujuan masyarakat. Ini prinsip kami,” tegasnya.
Semua Proses Diikuti Sesuai Aturan, Tidak Ada yang Ditutup-tutupi
Helmi menegaskan bahwa seluruh tahapan investasi tambang emas di Seluma sejauh ini berjalan sesuai regulasi nasional dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Dia mengaku mendapat laporan dari tim teknis bahwa proses perizinan, AMDAL, hingga komunikasi dengan warga berlangsung lancar dan positif.
“Alhamdulillah prosesnya sudah bagus. Tinggal kami agendakan pertemuan khusus dengan masyarakat agar mereka paham teknis pengelolaan,” ucap Helmi.
Ia juga menyebut pentingnya menghadirkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari DPRD, Forkopimda, akademisi, hingga pemerhati lingkungan.
Menurutnya, hal itu menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap proyek tambang yang selama ini identik dengan konflik.
“Kami mendengar semua saran dan kritik. Tidak boleh ada arogansi kebijakan. Pemerintah harus searah dengan rakyat,” katanya.
Tambang Emas Bukan Sekadar Eksploitasi, Tapi Juga Instrumen Pembangunan
Lebih dari sekadar mengejar royalti, Pemprov Bengkulu ingin tambang emas di Seluma menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Helmi menyatakan, Pemprov tengah menyiapkan skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan program pemberdayaan masyarakat berbasis lokal.
“Tambang harus jadi alat untuk mengangkat kesejahteraan. Kami ingin ada pelatihan, beasiswa, dan lapangan kerja bagi warga sekitar,” ujarnya.
Langkah ini sejalan dengan model pertambangan modern yang tidak hanya berorientasi pada profit, tapi juga people dan planet.
Pemerintah pun terbuka terhadap audit publik dan pengawasan dari lembaga independen untuk memastikan transparansi dalam pengelolaan.
“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Rakyat harus mendapat bagian, baik secara ekonomi maupun sosial,” katanya lagi.
Kolaborasi Jadi Kunci Sukses, Dari Pemerintah ke Masyarakat
Kisah sukses pengelolaan tambang di daerah lain membuktikan bahwa kolaborasi multi pihak adalah kunci dari harmoni dan keberlanjutan.
Di Banyuwangi, kunci keberhasilan tambang emas adalah keterlibatan semua stakeholder sejak awal, termasuk masyarakat adat dan komunitas lokal.
Gubernur Helmi berharap pendekatan yang sama dapat diterapkan di Seluma.
“Dengan melibatkan semua pihak, kita bisa pastikan tambang ini jadi berkah, bukan petaka,” tegasnya.
Langkah ini juga sejalan dengan pendekatan pembangunan partisipatif yang selama ini menjadi visi pemerintahan Helmi Hasan di Bengkulu.
Berbagai lembaga akademik pun turut diajak berdiskusi untuk mengkaji dampak lingkungan dan ekonomi jangka panjang dari investasi ini.
“Investasi yang baik adalah yang tak hanya menguntungkan secara ekonomi, tapi juga memperkuat kemandirian daerah,” tutupnya.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infopeluang.com dan Ekonominews.com.
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Arahnews.com dan Prabowonews.com.
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallokaltim.com dan Apakabarbogor.com.
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center












