BAYANGKAN satwa khas Sulawesi yang lama hilang perlahan kembali menjelma di hutan yang dahulu suram oleh guratan tambang ilegal—itulah yang terjadi di Taman Nasional Lore Lindu.
Suara gemerisik daun dan jejak-jejak macaca kini kembali menghiasi kawasan konservasi yang nyaris terseret dalam dominasi kerusakan akibat aktivitas pertambangan.
Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) menyatakan bahwa enam lokasi kegiatan pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang tersebar di Kabupaten Sigi dan Poso, enam telah berhasil ditutup hingga Agustus 2025 .
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Empat titik PETI di Sigi sudah semuanya ditutup dan dua titik di Poso juga demikian,” kata Kepala BBTNLL, Titik Wurdiningsih.
Sedangkan lokasi PETI Dongi-dongi belum sepenuhnya tertutup karena pernah kembali beroperasi seusai ditutup pada 2016.
Penegakan Berkelanjutan vs Titik PETI Dongi-dongi
Meski enam titik PETI sudah ditutup, keberadaan PETI Dongi-dongi (luas 15 hektare) yang pernah dibuka kembali setelah penutupan 2016.
Baca Juga:
Hal ini menunjukkan bahwa upaya konservasi memerlukan pengawasan terus-menerus dan sistem penegakan hukum yang lebih kuat.
Berdasarkan data BBTNLL, area tambang ilegal mencakup berbagai titik:
Kintabaru (0,13 ha), Ueloe (0,30 ha), Sibowi (0,50 ha), Kangkuro (2,50 ha), Hanggira (2,60 ha), Dongi-dongi (15,00 ha), serta Wanga (1,70 ha) .
Selain penutupan PETI, operasi besar sebelumnya pada Juni 2025 berhasil menertibkan lebih dari 9.236 hektare hutan TN Lore Lindu yang digunakan secara ilegal.
Baca Juga:
Dari total itu, 7.224 ha berada di Sigi dan 2.012 ha di Poso, yang sekaligus menghasilkan pemasangan papan informasi hukum di sejumlah titik rawan perambahan hutan.
Perspektif Lebih Jauh: Kolaborasi dan Tantangan Berkelanjutan
Penertiban tambang ilegal ini bukan sekadar penegakan hukum; BBTNLL bersama Satgas PKH (Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan) menanamkan pendidikan konservasi, melibatkan TNI, Polri, pemda, hingga masyarakat lokal.
Operasi ini berjalan paralel dengan penanaman bibit pohon seluas lebih dari 20,84 hektare untuk pemulihan kawasan rusak .
Semangat kolaborasi ini sejalan dengan momentum tiga dekade pengelolaan TN Lore Lindu yang menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam konservasi.
Titik Wurdiningsih menyatakan, seminar dan lokakarya menjadi wahana merumuskan strategi konservasi.
Yang meliputi pengawetan, perlindungan, pemanfaatan, dan pemberdayaan masyarakat sekitar .
Indikasi Alam Pulih: Macaca ‘Pulang Kampung’
Keberhasilan konservasi terlihat dari kembalinya macaca—satwa endemik Sulawesi—yang kembali terdeteksi di TN Lore Lindu setelah aktivitas PETI ditekan.
Titik Wurdiningsih menyatakan: “Informasi di lapangan menunjukkan satwa macaca kembali terdeteksi, harapannya rusa juga bisa kembali”
Dilaporkan bahwa “satwa Macaca sudah kembali terdeteksi… menjadi indikator pemulihan lingkungan”.****
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infotelko.com dan Infoekonomi.com.
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 23jam.com dan Haiidn.com.
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallotangsel.com dan Haisumatera.com.
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center









