Jadi Korban Longsor Tambang Ilegal di Kabupaten Solok, Sumbar, Ini Daftar Lengkap 12 Orang yang Meninggal Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 September 2024 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penambang Emas Masih Tertimbun Longsor di Nagari Sungai Abu, Kabupaten Solok. (Dok. vsi.esdm.go.id)

Penambang Emas Masih Tertimbun Longsor di Nagari Sungai Abu, Kabupaten Solok. (Dok. vsi.esdm.go.id)

TAMBANGPOST.COM – BNPB terus memantau perkembangan situasi tanah longsor yang terjadi di kawasan tambang ilegal di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatra Barat.

Longsor yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan struktur tanah yang labil ini terjadi pada Kamis (26/9/2024) sekitar pukul 17.00 WIB.

Hingga Sabtu (28/9/2024) pukul 12.00 WIB, tercatat total 12 orang meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian, dan 11 orang selamat.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, sempat dilaporkan ada 15 korban jiwa, namun setelah verifikasi ulang, jumlah tersebut dikoreksi.

Kesalahan komunikasi terjadi akibat sulitnya jaringan di lokasi kejadian yang merupakan area blank spot.

Sehingga informasi awal yang diterima tidak sepenuhnya akurat.

Lokasi kejadian berada di Kecamatan Hiliran Gumanti, tepatnya di Nagari Sungai Abu.

Kawasan ini dikenal sebagai area tambang ilegal, tempat diperkirakan 25 orang yang terdampak sedang bekerja ketika longsor terjadi.

Daftar korban meninggal dunia adalah sebagai berikut:

1. Safrul Jamil (36 tahun, L, Talang Timur)
2. Dasriwandi (47 tahun, L, Talang Barat)
3. Doris Purba Ananda (30 tahun, L, Panasahan)

4. Yedrimen (44 tahun, L, Talang Barat)
5. Yusrizal (44 tahun, L, Taratak Dama)
6. Ilham (25 tahun, L, Panasahan)

7. Zil (37 tahun, L, Solok Selatan)
8. Indra (18 tahun, L, Solok Selatan)
9. Gusri Ramadansyah (44 tahun, L, Pansahan)

10. Ambra (29 tahun, L, Surian)
11. Zakir (26 tahun, L, Taratak Batu Salimpek)
12. Herma Doni (36 tahun, L, Padang Aro, Solok Selatan)

Proses identifikasi korban dilakukan oleh tim gabungan yang bekerja sama dengan BPBD, Basarnas, dan pihak terkait lainnya.

Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Solok, Basarnas, TNI, Polri, PMI, serta masyarakat setempat.

Total lebih dari 100 personel terlibat dalam operasi ini. Kendala utama yang dihadapi adalah medan yang sulit diakses.

Membutuhkan waktu tempuh sekitar 4-6 jam dengan berjalan kaki, serta tidak adanya jaringan komunikasi di lokasi kejadian.

Koordinasi intensif terus dilakukan antara BPBD Kabupaten Solok dengan berbagai pihak terkait, termasuk Basarnas dan TNI/Polri.

Untuk memastikan proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan lancar.

Pihak BPBD dan relawan juga telah bergerak untuk memberikan dukungan logistik bagi tim SAR di lapangan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan potensi bencana lainnya di kawasan rawan longsor.

Hentikan seluruh aktifitas penambangan ilegal yang sangat beresiko terhadap keselamatan.

Peristiwa longsor tambang ilegal tidak hanya terjadi kali ini dan di tempat ini saja.

Penegakan hukum harus dipertegas agar tidak terjadi lagi kejadian serupa di masa depan.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Mediaemiten.com dan Harianinvestor.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Indonesiaraya.co.id dan Harianbogor.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

Atau hubungi langsung WhatsApp Center Rilispers.com: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News.

Berita Terkait

Tragedi Kebakaran Sumur Minyak Blora Tewaskan 3 Warga dan Puluhan Mengungsi
Penggeledahan Korupsi Tambang Bengkulu: Aset Mewah Bos Batu Bara Disita Kejati
Skandal Migas Pertamina, Riza Chalid Jadi Buron Internasional
Keberadaan Riza Chalid Masih Misterius di Tengah Kasus Korupsi Minyak
Kejagung Buru Riza Chalid, Tersangka Korupsi Minyak yang Diduga di Singapura
Investigasi KPK ke Eks Menteri ESDM Bisa Ganggu Sentimen Investor Tambang
Viral Surat Kementerian untuk Istri Menteri, Maman: Tak Satu Rupiah Negara
Duit Negara Raib! Kredit Ekspor LPEI Disulap Jadi Ladang Korupsi

Berita Terkait

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:59 WIB

Tragedi Kebakaran Sumur Minyak Blora Tewaskan 3 Warga dan Puluhan Mengungsi

Senin, 4 Agustus 2025 - 10:39 WIB

Penggeledahan Korupsi Tambang Bengkulu: Aset Mewah Bos Batu Bara Disita Kejati

Kamis, 31 Juli 2025 - 08:04 WIB

Skandal Migas Pertamina, Riza Chalid Jadi Buron Internasional

Jumat, 18 Juli 2025 - 08:55 WIB

Keberadaan Riza Chalid Masih Misterius di Tengah Kasus Korupsi Minyak

Jumat, 11 Juli 2025 - 08:02 WIB

Kejagung Buru Riza Chalid, Tersangka Korupsi Minyak yang Diduga di Singapura

Berita Terbaru